Jump to Navigation

OVADA (nasihat) yang diberikan oleh Sayadaw U Osadha di ISMC, Jakarta, tanggal 30 Januari 2016.
 

Sebagai organisasi keagamaan, kita harus mengikuti tradisi kuno, yang sebenarnya adalah ajaran Buddha.
 
Buddha selalu memberi Ovada atau Anussani. Jika hanya diberikan satu kali disebut Ovada, jika berulang kali disebut Anussani. Ovada atau Anussani ini menjadikan batin kita lembut, dan terbebas dari tekanan, sehingga kita bisa melanjutkan tugas-tugas kita. Selengkapnya ...

JALAN KELUAR untuk PIKIRAN

Dalam situasi mendesak atau sulit, orang biasanya mencari jalan keluar. Jika tidak ada jalan, atau orang memilih mengabaikan atau menekan persoalannya, situasinya akan menjadi lebih buruk. Balon yang ditiup terlalu keras akan meletus karena tidak ada tempat bagi udara untuk mengalir. Demikian pula dengan pikiran yang tanpa saluran keluar yang aman akan meledak ketika stress atau emosi tidak baik lainnya menguasai seseorang. Sebagai akibatnya, orang bisa menjadi gila. Selengkapnya ...
 

Pathamagelanna Sutta, Salayatana Vagga

(Ceramah Dhamma Sayadaw U Jatila di ISMC – Bakom)
Pada suatu ketika Buddha sedang berdiam di Vesali, di Mahavana. Setelah Beliau selesai bermeditasi di petang hari, Beliau bangkit untuk menengok seorang Bhikkhu yang sakit. Buddha mengajar sesuai dengan kondisi Bhikkhu itu. Karena sakit, ia menderita, banyak mengeluh, cemas dan kurang berperhatian penuh. Oleh karena itu Buddha mengajarkan agar ia berperhatian penuh dan menyadari batin dan jasmaninya. Buddha mengajar pada Bhikkhu/yogi bagaimana mempraktikkan perhatian penuh. Selengkapnya ...
 

Avaranata Sutta, Chakkanipata

Ada 6 hal yang walaupun seseorang mendengarkan Dhamma, mempraktikkan meditasi Vipassana, pasti tidak dapat mencapai Magga, Phala dan Nibbana dalam kehidupan ini.

Keenam hal itu adalah:
1. Rintangan kamma/kamma yang sangat berat, seperti membunuh ibu, ayah, Arahanta, memecah-belah Sangha dan melukai Buddha. Selengkapnya ...

Adanta Agutta Sutta, Salayatana Vagga, Samyutta Nikaya

Dhammadesana ini diberikan oleh Buddha, pada saat Beliau berdiam di Jetavana, persembahan Anathapindika, di Savathi.

Buddha menjelaskan kepada para Bhikkhu, jika 6 pintu indera; mata, telinga, hidung, lidah, tubuh dan batin tidak dilatih berperhatian penuh, maka akan menyebabkan penderitaan.

Adanta berarti tidak terlatih. Ketika kita tidak terlatih, maka akan muncul kilesa/kekotoran batin; tetapi jika kita terlatih, kilesa tidak akan muncul. Selengkapnya ...
 

Sacitta Sutta, Dasakanipata, Anguttara Nikaya

Pada suatu ketika Buddha sedang berdiam di Jetavana, Savathi. Pada saat itu Buddha memberikan nasihat agar para Bhikkhu/yogi mengamati pikirannya sendiri. Buddha mengatakan agar jangan mengamati pikiran orang lain.

Buddha memberikan perumpamaan dengan muda mudi yang akan keluar. Mereka akan bercermin apakah pakaian, perhiasan dan dandanannya sudah baik. Selengkapnya ...

 

Cuplikan Dhammaworkshop oleh Sayadaw U Osadha, ISMC Jakarta, Satipatthana Sutta, 14-17 Jan 2016

..........Untuk mengatasi rintangan batin pada kegelisahan dan penyesalan/rasa bersalah adalah sebagai berikut:

1. Mempelajari, mendengarkan dan mendalami dhamma
2. Berlatih dan menyempurnakan sila.
3. Memahami dan mengerti dari setiap manfaat latihan sila sehingga kita dapat mengetahui mana yang baik dan tidak baik. Selengkapnya ...



by Dr. Radut