Terlahir di penghujung tahun 1966 di Temanggung, Jawa Tengah, ia meraih gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya pada tahun 1991, ia bekerja di sebuah pabrikan tekstil di Bandung. Kemudian untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya ia meninggalkan pekerjaannya dan melanjutkan studinya di Institut Manajemen Prasetiya Mulya di Jakarta dengan mengambil Financial Management sebagai bidang konsentrasinya. Dan setelah menyelesaikan pendidikan strata duanya pada tahun 1995 dan setelah bekerja beberapa tahun, ia memutuskan untuk meninggalkan kehidupan duniawi dan menjalani kehidupan monastik.
Ia pertama kali memperoleh penahbisan sebagai samanera sementara tiga bulan di bawah Sangha Theravada Indonesia pada tahun 1998, kemudian pada tahun yang sama itu juga ia ditahbiskan untuk kedua kalinya sebagai samanera tetap. Setelah berlatih meditasi, belajar, dan menjalankan tugas misionari di Jawa dan Sumatera di bawah bimbingan beberapa bhikkhu senior selama dua tahun, ia berangkat ke Myanmar pada tahun 2000 guna memperdalam pengetahuan tentang Ajaran Buddha.
Tempat pertama yang disinggahinya di Myanmar adalah Chanmyay Yeiktha Forest Meditation Centre dimana ia berlatih meditasi pandangan terang (vipassana bhavana) selama enam bulan dibawah bimbingan beberapa guru meditasi: Chanmyay Sayadaw Ashin Janakabhivamsa, Ashin Indaka, Ashin Dhammarakkhita, dan Ashin Nyanaramsi. Di pusat meditasi tersebut itu pula, ia mendapatkan penahbisan lanjut sebagai bhikkhu dari Chanmyay Sayadaw Ashin Janakabhivamsa pada tahun 2001.
Setelah berlatih meditasi demikian, ia bergabung dengan International Theravada Buddhist Missionary University (ITBMU) di Yangon pada tahun 2001. Pendidikan pariyatti tersebut diselesaikan pada tahun 2004 yang mana ia meraih gelar Sarjana Buddhadhamma dan dianugerahi gelar Sarjana Peraih Medali Emas pada tahun 2004 oleh Pemerintah Myanmar.
Selama masa-masa liburan kuliah ia manfaatkan untuk berlatih meditasi vipassana. Atas tawaran kerjasama dari Ehipassiko Foundation, ia juga memanfaatkan waktu-waktu senggang di masa kuliah tersebut untuk menulis buku "Illustrated Chronicle of the Buddha" yang ia selesaikan dalam waktu dua tahun. Buku tersebut kemudian diterjemahkan dan dipublikasikan di Indonesia dengan judul "Kronologi Hidup Buddha" dan dalam versi ringkas berbahasa Myanmar dengan judul "Poun Pya Buddhawin". Selain itu, ia juga masih menyempatkan diri pada masa kuliahnya untuk menyusun dan membukukan pelajaran Dhammasangani - Tika Matika & Duka Matika yang ia peroleh dari kuliah Abhidhamma di ITBMU.
Menyadari pentingnya keseimbangan antara teori dan praktik Ajaran Buddha, setelah menyelesaikan kuliahnya ia kembali meneruskan latihan meditasi pandangan terangnya di Panditarama Shwe Taung Gon Sasana Yeiktha di Yangon dan Panditarama Hse Main Gon Forest Meditation Center di Bago selama periode tahun 2004 -2006.

Ashin Kusaladhamma