OVADA (nasihat) yang diberikan oleh Sayadaw U Osadha di ISMC

Jakarta, tanggal 30 Januari 2016

Sebagai organisasi keagamaan, kita harus mengikuti tradisi kuno, yang sebenarnya adalah ajaran Buddha.
Buddha selalu memberi Ovada atau Anussani. Jika hanya diberikan satu kali disebut Ovada, jika berulang kali disebut Anussani. Ovada atau Anussani ini menjadikan batin kita lembut, dan terbebas dari tekanan, sehingga kita bisa melanjutkan tugas-tugas kita.
Sebagai seorang Bhikkhu berkewajiban menjalankan Pariyatti dan Patipatti. Pariyatti adalah belajar, menulis, mengajar, mendengarkan Dhamma. Setelah mempunyai pengetahuan Dhamma, harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan Ovada atau Anussani. Tepat seperti obat, harus diminum baru bisa menyembuhkan.

Menerapkan Ovada dalam kehidupan sehari-hari, terutama sangat diperlukan bagi mereka yang mengabdi bagi Buddha Sasana. Apa yang dilakukan oleh organisasi ini sudah pada jalur yang benar, sehingga menghasilkan persatuan. Persatuan ini harus didukung dan dijaga oleh kesabaran, saling pengertian, kerendahan-hati dan metta. Untuk mempertahankan persatuan itu, harus selalu mendapatkan nasihat dari para Sayadaw atau Bhikkhu senior. Beliau pasti mau memberikan nasihat dan berbagi pengalaman. Ini akan menyegarkan batin anda. Tidak ada seorang pun yang kehidupannya mudah, kadang bergejolak dan sulit. Ini merupakan lokadhamma. Pada umumnya, begitu terbentur akan terjadi perubahan. Untuk menstabilkan, kita harus mendapatkan nasihat, sehingga dapat membangkitkan semangat. Tanpa batin yang kuat, sulit menghadapi persoalan. Dhamma akan menjadikan batin kuat dan stabil. Jika kita jauh dari Dhamma, batin kita akan lemah, karena diliputi oleh faktor-faktor penghancur.

Dhamma ini seperti sistim kekebalan tubuh, jika ia lemah, prilaku kita menjadi tidak normal, karena kita tidak memiliki faktor Dhamma yang konstruktif. Dalam keadaan begitu batin kita dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak baik. Hal ini bisa berpengaruh pada organisasi, walau hanya seorang, tindakannya bisa mengacaukan organisasi. Batin harus memiliki Dhamma agar kuat dalam menghadapi persoalan-persoalan.

Buddha menyatakan bahwa umat dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu, para Bhikkhu, Bhikkhuni (termasuk Sayalay), Upasaka dan Upasika. Mereka digambarkan seperti meja yang berdiri kokoh karena ditopang secara sama. Kita mempunyai peran yang sama seperti kaki meja itu, tidak ada yang lebih menonjol. Dengan saling mendukung Buddha Sasana bisa lestari.

Dalam Patthana ada Anamana yang artinya saling mendukung, atau timbal balik. Adalah sangat baik untuk mendapatkan Ovada/Anussani dari Bhikkhu, umat awam yang berpengalaman, atau pimpinan organisasi besar. Anda dapat menanyakan pengalamannya. Yang penting bisa tepat menggunakannya. Jadi gagasan-gagasan yang baik disimpan, dan digunakan pada saat dan tempat yang tepat. Juga bisa digunakan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan. Hasilnya Buddha Sasana akan kokoh.

Jangan berkecil hati, karena pengabdian anda banyak orang mendapatkan manfaat. Pengabdian anda seperti seorang Bhikkhu. Anda juga mengabdi pada Buddha Sasana. Jika anda memberikan ajaran yang benar, mereka akan menyebarkannya pada keluarga dan para teman. Ini seperti memberi benih, ditanam, dan muncul benih lagi.

Satu hal penting, para Bhikkhu, Bhikkhuni (termasuk Sayalay), Upasaka dan Upasika harus santun dan bisa mengendalikan diri. Pikiran yang buruk tidaklah baik. Ucapan dan perbuatan harus sopan. Para tamu yang datang belajar dari sikap kita. Anda mengajar dari tahap pertama, menjaga ucapan dan prilaku. Anda berusaha mengendalikan sikap mementingkan diri sendiri, sehingga prilaku anda rendah hati, sopan dan lembut. Jadi anda berbeda dengan orang lain. Para tamu belajar mulai dari tahap ini, sebelum mereka belajar lebih lanjut, belajar meditasi.

Nasihat-nasihat Dhamma yang anda terima harus diarsip. Jika anda tertekan, anda buka kembali arsip Dhamma dan membaca ulang, sehingga tekanan anda lenyap. Anda tidak memerlukan pengobatan medis. Dengan mengarsip dan membaca ulang nasihat-nasihat Dhamma, membuat batin anda kokoh serta segar untuk melakukan kebaikan-kebaikan lainnya.