Articles

Adanta Agutta Sutta, Salayatana Vagga, Samyutta Nikaya

ISMC - Jakarta
 
Dhammadesana ini diberikan oleh Buddha, pada saat Beliau berdiam di Jetavana, persembahan Anathapindika, di Savathi.

Buddha menjelaskan kepada para Bhikkhu, jika 6 pintu indera; mata, telinga, hidung, lidah, tubuh dan batin tidak dilatih berperhatian penuh, maka akan menyebabkan penderitaan.

Adanta berarti tidak terlatih. Ketika kita tidak terlatih, maka akan muncul kilesa/kekotoran batin; tetapi jika kita terlatih, kilesa tidak akan muncul. Ketika hal-hal menyenangkan yang tertangkap, muncul lobha/keserakahan dalam diri kita; ketika yang tertangkap adalah hal-hal yang tidak diminati, muncullah dosa/kebencian. Tetapi ketika kita mampu mengamati, maka lobha dan dosa tidak akan muncul....

Sacitta Sutta, Dasakanipata, Anguttara Nikaya

ISMC - Jakarta
 
Pada suatu ketika Buddha sedang berdiam di Jetavana, Savathi. Pada saat itu Buddha memberikan nasihat agar para Bhikkhu/yogi mengamati pikirannya sendiri. Buddha mengatakan agar jangan mengamati pikiran orang lain.

Buddha memberikan perumpamaan dengan muda mudi yang akan keluar. Mereka akan bercermin apakah pakaian, perhiasan dan dandanannya sudah baik. Jika ada yang kurang, mereka berusaha menggantikannya. Ketika semua rapi, mereka merasa berbahagia.

Para yogi setiap hari harus mengamati dan merefleksikan pikirannya sendiri, seperti muda mudi yang bercermin, seperti apakah pikirannya. Dengan cara begitu yogi akan mendapatkan manfaat.

Yogi harus melihat apakah pikirannya penuh k...

Pathamagelanna Sutta, Salayatana Vagga

(Ceramah Dhamma Sayadaw U Jatila di ISMC – Bakom)
 
Pada suatu ketika Buddha sedang berdiam di Vesali, di Mahavana. Setelah Beliau selesai bermeditasi di petang hari, Beliau bangkit untuk menengok seorang Bhikkhu yang sakit.

Buddha mengajar sesuai dengan kondisi Bhikkhu itu. Karena sakit, ia menderita, banyak mengeluh, cemas dan kurang berperhatian penuh. Oleh karena itu Buddha mengajarkan agar ia berperhatian penuh dan menyadari batin dan jasmaninya. Buddha mengajar pada Bhikkhu/yogi bagaimana mempraktikkan perhatian penuh.

Buddha sebelumnya telah mengajarkan praktik perhatian penuh ini, tetapi Beliau tetap dan sering mengajarkannya karena selalu ada Bhikkhu baru yang datang, belajar, dan setelah meng...

JALAN KELUAR untuk PIKIRAN

Sayadaw U Osadha - ISMC Jakarta
 
Dalam situasi mendesak atau sulit, orang biasanya mencari jalan keluar. Jika tidak ada jalan, atau orang memilih mengabaikan atau menekan persoalannya, situasinya akan menjadi lebih buruk. Balon yang ditiup terlalu keras akan meletus karena tidak ada tempat bagi udara untuk mengalir. Demikian pula dengan pikiran yang tanpa saluran keluar yang aman akan meledak ketika stress atau emosi tidak baik lainnya menguasai seseorang. Sebagai akibatnya, orang bisa menjadi gila.

Oleh karena itu penting untuk mencari jalan keluar mental. Buddha menggunakan kata Pali NISSARANA untuk menunjuk jalan keluar itu. Beliau menunjukkan kegunaannya untuk membebaskan diri dari emosi atau stress yang...

Cuplikan Dhammaworkshop oleh Sayadaw U Osadha - Satipatthana Sutta

ISMC Jakarta, 14-17 Jan 2016 oleh Sayadaw U Osadha

.....Untuk mengatasi rintangan batin pada kegelisahan dan penyesalan/rasa bersalah adalah sebagai berikut:

1. Mempelajari, mendengarkan dan mendalami dhamma
2. Berlatih dan menyempurnakan sila
3. Memahami dan mengerti dari setiap manfaat latihan sila sehingga kita dapat mengetahui mana yang baik dan tidak baik.
4. Mengunjungi dan berdiskusi dengan guru yang baik dan berpengalaman dalam latihan meditasi
5. Memiliki teman yang baik yang selalu memberikan arah yang benar
6. Berdikusi dan membahas perihal-perihal yang baik dan bena...

Pages